KURIR POST

MARI BERBAGI PENGALAMAN.DARI KITA OLEH KITA UNTUK SEMUA

Selamat datang di blog saya yang sangat sederhana ini, yang mana disini saya akan sedikit berbagi kepada anda tentang pengalaman saya. Dan juga mungkin anda dapat membagi pengalaman anda seputar dunia kurir dan lain-lain.

Tidak terasa sudah 6 tahun saya bergelut di dunia antar mengantar surat/dokumen dan paket. Dan pasti masih ada lagi yang lebih lama menggeluti dunia ini daripada saya sendiri.

Berbagai macam hal yang saya alami ketika menjadi seorang kurir sudah menjadikan sebuah kecintaan pada pekerjaan ini. Dan semua menjadi sebuah pelajaran yang sangat berarti buat hidup saya.

Semula memang tanpa sengaja saya menjadikan pekerjaan ini sebuah pekerjaan. Pada saat itu sudah lama sekali saya menganggur. Dan dengan setengah hati saya coba-coba melamar menjadi seorang kurir. Berbekal pengetahuan yang sangat sangat minim sekali, namun dengan dorongan rasa ingin belajar yang tinggi, saya pun memulainya.

Dari satu alamat ke alamat yang lain sungguh terasa begitu berat pada saat itu, karena boleh dibilang saya orang yang jarang bergaul dan jarang pergi ketempat-tempat yang terlalu jauh dari rumah saya.
Tapi dilubuk hati yang terdalam ada suatu keinginan , bahwa suatu hari nanti, saya harus mengetahui tempat-tempat yang pernah disebutkan oleh teman-teman saya. Untuk itu pulalah sebenarnya saya menjadikan kurir sebagai jembatannya.

Sabar, sabar, sabar.

Dengan penghasilan yang belum memadai pada saat itu saya tetap bersabar. Karena seorang kurir mendapatkan penghasilan dari gaji dan jumlah surat yang terkirim oleh mereka.
Dan saya terus mencari cara agar pendapatan saya terus bertambah. Berarti saya harus menambah wawasan area saya. Untuk itu saya beli "peta Jakarta" yang pada saat itu harganya sekitar Rp 12500.

Saya mulai mempelajari kelemahan saya dalam pengantaran, sering berkomunikasi dengan kurir lain yang bukan satu perusahaan. Sekedar bertanya alamat dan sistem pengantaran mereka.

Perkembangan mulai terjadi, saya tidak segan-segan untuk buka peta selebar-lebarnya apabila menemukan kesulitan. Tidak segan-segan bertanya bila menemukan alamat yang kurang jelas. Dan akhirnya sedikit demi sedikit saya dapat mengenal area pengantaran saya.

Biasanya saya menghabiskan waktu 2 minggu untuk sekitar 300 surat. Namun setelah saya mengetahui daerah pengantaran saya, hanya butuh waktu seminggu saja untuk menghabiskan 300 surat tersebut, itupun karena saya harus mengantar kembali surat tersebut karena pemiliknya pada saat saya antar tidak ada ditempat. Saya biasakan untuk tidak melempar surat. Karena saya khawatir , bisa jadi pemiliknya sudah pindah rumah, atau kehujanan atau juga diambil orang yang iseng.

Semakin lama saya bosan juga dengan daerah pengantaran yang itu-itu saja. Sehingga saya mencoba untuk mengantar daerah yang lain. Sebelumnya saya tanyakan dulu pada koordinator saya, lalu saya minta izin teman yang ingin daerah antarannya saya pelajari. Ternyata disetujui oleh keduanya.
Maka mulailah saya mempelajari daerah antaran yang lain. Sama seperti pada saat pertama, saya mengalami kesulitan. Tapi karena sudah terbiasa dengan keadaan tersebut, maka semua dapat diatasi.

Lanjutkan















0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting